Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label DESA SUWARI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DESA SUWARI. Tampilkan semua postingan

Mobil Mogok Didorong Terjun Bebas Kedalam Sawah



Warga desa Suwari, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, tadi pagi (sabtu, 31/10) dihebohkan adanya mobil yang terjun bebas ke dalam sawah.

Informasi yang dihimpun Media Bawean, mobil berwarna merah hati terjun ke sawah dikarenakan mogok lalu didorong untuk menghidupkannya.

Lokasi kejadian di desa Suwari, didepan rumah Ishak. Waktu pagi hari sekitar jam 07:30 WIB. saat banyak pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Bawean (JLB).

Papank asal Dekatagung mengatakan waktu mobil didorong lalu hidup, pengemudinya kemungkinan menginjak gas lalu kehilangan kontrol sampai akhirnya terjun ke sawah.

Ironisnya saat mobil bergerak menimpa pengendara sepeda motor yang melintas sampai juga ikut terjun ke dalam sawah. "Kondisi korban langsung mendapatkan pertolongan dari warga,"terangnya.

Bidan Dina asal Suwari membenarkan adanya peristiwa mobil terjun kedalam sawah. "Saya dapat info dari suami, katanya korban keseleo tangannya,"pungkasnya. (bst) 

Foto : Aditya Aditya

Warga Desa Suwari Resah, Maling Kampung Seringkali Beraksi

Media Bawean, 5 Oktober 2013

Warga desa Suwari, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik diresahkan aksi maling kampung.

Abd. Aziz (Sekdes Suwari) membenarkan sering terjadi kemalingan di desanya. "Maling beraksi disaat warga lengah, seperti menghadiri acara di kampung,"katanya.

"Jika nantinya maling tertangkap, sebaiknya tidak diselesaikan di desa. Wajib diproses hukum sebagai efek jera kepada pelaku. Sementara ini penyelesaian di desa ternyata tidak menyelesaikan persoalan justru menumbuhsuburkan maling untuk melakukan aksinya,"paparnya.

Solusi terbaik untuk menjaga keamanan di desa, menurutnya bisa memfungsikan warga bersama karang taruna desa untuk memfungsikan kamtibmas, seperti mengaktifkan siskamling dan ronda malam hari.

Hal senada disampaikan oleh Natsir sebagai anggota BPD di desa Suwari, sudah seringkali menyampaikan kepada kepala desa untuk segera mengaktifkan siskamling. "Maling beraksi karena ada kesempatan atau peluang untuk melakukan kejahatan. Sudah saatnya untuk mengantisipasi agar kejadian yang selama ini kerap terjadi tidak terulang kembali,"harapannya.

Suara warga yang tidak bersedia disebut namanya, menyampaikan merasa resah atas seringnya terjadi kemalingan yang menimpa warga. "Merasa kurang aman menjadikan warga merasa takut untuk meninggalkan rumah,"ujarnya.

"Harapannya harus ada langkah antisipasi oleh desa, agar peristiwa kemalingan tidak berulang kembali,"tuturnya.

Ruhan, kepala desa Suwari merespon seringnya terjadi kemalingan di desanya, mengatakan akan segera berkoordinasi dengan aparat desa untuk mengantisipasinya. 

Perlu diketahui, di desa Suwari sudah sering terjadi kemalingan. Diantaranya toko Sumarni, kehilangan tong gas, alat pancing, dan lain-lain. Lalu rumah Fadali yang disatroni maling saat menghadiri acara peringatan Isra' Mi'raj di masjid Suwari. Kemudian rumah Khumailah yang ditinggal ke Jakarta juga dimasuki maling. 

AKP. H. Zamzani, SH. Kapolsek Sangkapura dihubungi Media Bawean, menyarakan kepada pemerintahan desa agar memfungsikan kamtibmas untuk mengaktifkan siskamling. "Jika terjadi sesuatu segera melapor, agar ditindaklanjuti untuk mengungkap pelakunya,"terangnya. (bst)

Ronda Malam Di Suwari, Ibu-Ibu Ikut Berjaga

Media Bawean, 20 Februari 2011


Ronda malam di desa Suwari, Kecamatan Sangkapura dijaga hampir setiap penjuru, khususnya di pintu keluar masuk kampung. Pantuan Media Bawean (sabtu malam minggu, 19/2/2011) terlihat banyak ibu-ibu ikut berjaga malam menjaga keamanan kampung.

Informasi warga setempat, sebelumnya sudah ada kecurigaan adanya maling ketika seorang ibu pulang menonton TV tengah malam melihat orang tak dikenal sedang mengintip kedalam rumah, setelah ditegur ternyata orang tersebut langsung lari dan menghilang. 

Jaga malam di desa Suwari tergolong dini, sekitar tiga hari yang lalu, bila dibandingkan desa Kumalasa sudah berjalan selama 21 hari. (bst)

Warga Suwari Menerima Jatah Beras Raskin

Media Bawean, 7 Mei 2010

Kades Suwari (Drs. Ruhan) Bersama Warga Penerima Raskin

Warga Antri Menerima Beras Raskin

Program Pemerintahan SBY sangatlah dirasakan secara langsung oleh warga Pulau Bawean, diantaranya beras raskin, PKH dan BLT. Sehingga simpatik warga Bawean dengan Presiden SBY tidak diragukan lagi dengan menikmati jatah yang diterimanya.

Kemarin (6/5), terlihat banyak warga desa Suwari sedang berkumpul untuk mengambil jatah beras raskin. Nampak wajah ceria dan senyuman gembira dari penerima beras raskin, tentu alasannya mengurangi beban rumah tangga yang dikeluarkan setiap bulan.

Drs. Ruhan sebagai Kades Suwari disela-sela pembagian Raskin, mengatakan, "Jumlah penerima sebanyak 340 orang di desa Suwari, mereka sudah melalui verifekasi oleh petugas," katanya.

"Manfaatnya sangat besar bagi warga, sebab bisa mengurangi beban rumah tangga yang harus dikeluarkan. Mereka merasakan secara langsung program pemerintah dan langsung bisa dinikmatinya," ujarnya. (bst)

Korban Rumah Terbakar Dapat Bantuan

Media Bawean, 10 November 2009

Yuhairiyah Bersama Muksin Menerima Bantuan H. Samri Barik

Pemilik rumah yang terbakar tadi pagi jam 07.00 WIB (10/11), yaitu Muksin bersama isterinya Yuhairiyah warga desa Suwari Kecamatan Sangkapura menerima bantuan tunai dari H. Samri Barik dari Singapore sebesar Rp. 200ribu melalui Media Bawean. (bst)

Diusir Anak Tiri Suja'e & Anaknya Tinggal Di Kandang Sapi

Media Bawean, 4 Agustus 2009

Suja'e Bersama Anaknya Tinggal Di Kandang Sapi

Kandang Sapi Tempat Tinggal Suja'e Dan Anaknya

Sungguh malang nasib Suja'e (50 Th.) dengan anaknya Andri (7 Th.) yang memilih bertempat tinggal di kandang sapi, setelah diusir sama anak tirinya.

Ditemui Media Bawean ditempat tinggalnya hari ini (4/8), mengatakan, "Saya dengan anak memilih bertempat tinggal di kadang sapi, setelah diusir dari rumah sama anak tiri yang sudah bersuami," katanya.

Menurut pengakuan Suja'e, "Isteri saya meninggal dunia sudah 7 tahun yang lalu dengan lantaran digigit ular," ujarnya.

Berapa lama Suja'e bertempat tinggal di kandang sapi? "saya sudah sekitar satu tahun tinggal disini, sapi ini saya hanya merawat miliknya orang Pudakit. Sedangkan kerja saya hanya mejnadi pesuruh orang-orang disini dengan pendapatan seharinya Rp. 5ribu sampai Rp.10ribu, katanya.

Menurut Kades Suwari Drs.Ruhan mengatakan, "Bukan diusir, tapi mungkin ada konflik keluarga, sehingga Suja'e memilih keluar dari rumahnya," katanya.

Apakah dapat bantuan BLT dan PKH?, Kades menjawab, "Suja'e untuk bantuan BLT dan PKH dapat kok," jawabnya.

Sangat kasihan dengan nasib anaknya yang bernama Andri usia 7 tahun dan masih sekolah kelas dua SD. (bst)

Jalan Menuju Air Terjun Suwari Ditutup Warga, Alasan Sering Digunakan Tempat Berpacaran

Media Bawean, 4 Juli 2009

Jalan Menuju Grujukan Suwari Dilubangi Oleh Warga

Grujukan Suwari Dari Bawah

Mungkin sudah habis kesabaran warga desa Suwari, sehingga jalan menuju obyek wisata air terjun ditutup dengan melubanginya ruas jalan yang ada.

Menurut warga setempat yang ditemui Media Bawean hari ini (4/8), mengatakan, "Sebelumnya grujukan sering dijadikan tempat berpacaran anak muda dari berbagai daerah di Pulau Bawean, sehingga warga disini merasa kesal dan memutuskan jalan yang ada dengan memberi dua lubang," katanya.

Media Bawean sendiri saat akan menuju obyek wisata air terjun terpaksa jalan kaki, dengan jarak yang cukup jauh. Sampai di kaki air terjun, ternyata jalan menuju pusat air terjun cukup membahayakan untuk dilaluinya. Sehingga Media Bawean memutuskan tidak melanjutkan peliputan. (bst)

Warga Miskin Desa Suwari Menerima Bantuan

Media Bawean, 4 Juni 2009

Lumri (40 Th.) Menerima Bantuan Uang

Setelah kemarin menerima bantuan alat tulis dan buku bacaan untuk anaknya, hari ini (4/5) Lumri menerima bantuan uang Rp.250ribu dari H. Samri Barik, SH. (Singapura) untuk melunasi hutangnya.

Lumri saat menerima bantuan, mengatakan, "Alhamdulillah, semoga orang yang membantu kami diberi tambahan rejeki oleh Allah SWT.," do'anya. (bst)

Warga Miskin Di Desa Suwari Dapat Bantuan

Media Bawean, 3 Juni 2009

Menerima Bantuan Buku Dari Musyayana

Bantuan untuk keluarga miskin di desa Suwari yang tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah terus mengalir setelah diberitakan di Media Bawean. Diantaranya bantuan alat tulis dan buku bacaan dari Musyayana (Penasehat Media Bawean) sudah diserahkan hari ini (3/6). Sedangkan bantuan dari H. Samri Barik, SH. untuk melunasi hutangnya Rp.250ribu akan diserahkan besok.

Saat Media Bawean menyerahkan bantuan buku, terlihat senyuman kegembiraan dari sang bunda dan anaknya. "Alhamdulilah do'a kami dikabulkan oleh Allah SWT. masih ada orang yang peduli dangan nasib orang seperti saya," kata Insiyah.

Menerima kabar bahwa ada seorang dermawan mau melunasi hutangnya, Insiyah langsung mengucapkan syukur berkali-kali atas diperhatikannya nasibnya sebagai orang kurang mampu. (bst)

Warga Miskin Di Desa Suwari Tidak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Media Bawean, 29 Mei 2009

Lumri (40 Th) Bersama Isteri Dan Anaknya

Isteri Lumri Bersama Anaknya Sedang Belajar

Media Bawean hari ini (29/5), berkunjung ke rumah salah satu warga di Dusun Maninjo desa Suwari Sangkapura, yaitu Lumri (40 Th.) dengan isteri bernama Insiyah (32) dan satu anaknya Siti Romlah kelas lima SD.

Sesampai di rumah Lumri, Media Bawean menanyakan bagaimana dengan kondisi perekonomian keluarga? Isterinya Insiyah menjawab, "Terusterang saya termasuk keluarga yang masih kekurangan, terkadang satu hari tidak makan. Keputusan akhir kalau sudah tidak makan, hanya mengharap belas kasihan tetangga untuk minta hutangan, tapi kalau suami sudah dapat rejeki langsung dibayar," katanya dengan nada sedih.

Apa ibu tidak mendapatkan bantuan beras raskin, BLT dan PKH ? "Tidak pernah mendapat bantuan apapun dari Pemerintah, termasuk beras dan uang, padahal anak saya masih kelas lima SD," ujarnya.

Lumri sebagai kepala keluarga, mengatakan, "Saya profesinya sebagai pesuruh orang yang pendapatanya setiap hari Rp. 15ribu sampai Rp. 30ribu, itupun kalau ada orang menyuruh. Kalau tidak hanya mencarikan rumput untuk orang yang punya sapi," paparnya.

Apa bapak pernah datang kepada pihak desa, menanyakan jatah beras ataupun bantuan lainnya? Lumri, menjawab, "isteri saya sudah beberapa kali menghadap kepala dusun, tapi jawabnya tidak ada jatah," ungkapnya.

"Kami heran dengan bantuan pemerintah, kenapa orang yang lebih mampu dari saya mendapatkan bantuan. Tapi orang seperti saya, kok tidak pernah mendapatkan apa-apa. Maaf bukan saya terlalu mengharap, tetapi berfikir dengan penghasilan dan tanggungjawab untuk anak yang menjadikan beban berat,"jelas Lumri.

Sekarang Lumri punya hutang benih padi 2 sak dan uang sebesar Rp.250ribu kepada tetangganya.

Media Bawean mendatangi rumah kepala desa Suwari Drs. Ruhan untuk konfermasi, tapi Kades berlayar kemarin ke Gresik. (bst)

Bedah Rumah Di Suwari, Asal Rumah Gedek Berubah Rumah Tembok

Media Bawean, 26 Mei 2009

Kades Suwari Bersama Warga Yang Dapat Bedah Rumah

Foto Keluarga Bersama Kades Suwari (Sebelah Kiri)

Supardi (40Th.) warga desa Suwari yang beruntung dapat bedah rumah dari pemerintah, mengucapkan syukur berkali-kali saat dikunjungi Media Bawean hari ini (26/5) untuk diliput. Supardi beristerikan Suhaeniyah (40 Th.) mempunyai anak 5 orang dengan berprofesi sehari-hari pencari kayu bakar dan menjual kelapa ke pasar.

"Sebelum mendapat bedah rumah, saya dengan isteri dan anak tinggal dirumah gedek, dan tidak memiliki kemampuan untuk membangunnya, Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bedah rumah," ujarnya dengan senyuman gembira terlihat dimuka Supardi.

Kades Suwari, Drs. Ruhan, mengatakan, "Bedah rumah yang dibangun berukuran lebar 5,25 meter dan panjang 9 meter ini dikerjakan bergotong royong oleh warga setempat," katanya. (bst)

Turnamen Bola Voli Suwari

Media Bawean, 28 Oktober 2008

Pemain Bola Voli Putri Suwari VS Pudakit Timur (1-2)

Anak-Anak Menskore Hasil Pertandingan

Ditengah-tengah Penonton, Kepdes Suwari ikut Menonton

Turnamen Bola Voli & Antar Klub Oreon Club 2008 di lapangan desa Suwari Sangkapura mulai 13 Oktober sampai 18 November 2008 yang diikuti oleh Klub kawasan barat.

Pertandingan tadi sore (27/10) antara pemain putri Club Suwari Vs Club Pudakit Timur yang dimenangkan oleh Club Pudakit Timur 2-1. Sementara penonton yang hadir banyak memadati lapangan dengan harga tiket masuk Rp. 3.000.

Menurut Drs. Ruhan Kepdes Suwari, mengatakan, "Hasil tiket masuk setiap harinya sebesar 700ribu dan dana yang dikeluarkan panitia sampai terakhir turnamen 32juta," katanya.

"Ini baru tahap putaran pertama, nanti putaran kedua akan lebih ramai dan tiket masuk naik Rp.4000," ucap Drs. Ruhan.

"Sedangkan hasilnya akan diberikan sepenuhanya kepada pendidikan di desa Suwari, dan hampir tiap tiap tahun turnamen ini diadakan untuk menambah gaji guru di lembaga pendidikan yang ada," jelas Kepdes Suwari. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean